Skip to content

Pabrik Sawit Disortir Ketat, Harga TBS Aceh Singkil Tertekan

SINGKIL – Sortir tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit (PMKS) di Kabupaten Aceh Singkil, ketat.

PMKS hanya menerima TBS sawit yang matang sempurna. Sementara buah kecil, mengkal, kuning telur atau belum matang sempurna dipulangkan. Kondisi itu menekan harga TBS sawit di tingkat petani di Aceh Singkil.

Lantaran pengepul yang biasa menerima sawit petani, harus menanggung risiko kerugian ketika sawit tidak diterima pabrik. Mengurangi risiko kerugian, pengepul menurunkan harga pembelian ke petani. Per hari ini, Senin (27/5/2024) harga sawit di tingkat petani berada pada kisaran Rp 1.650 per kilogram.

Pengolahan Ram atau pengepul sawit mengatakan, harga sawit tersebut bisa berubah tergantung kondisi atau kualitas buah. “Harga tersebut bisa berubah dengan kondisi buahnya, karna pabrik sekarang menerima buah sawit wajib merah,” kata Anto pengepul sawit Ram Alwi Hutabarat.

Agar harga tidak terus tertekan, petani sebaiknya memanen sawit yang sudah matang sempurna. Diketahui sebagian oknum petani sawit di Aceh Singkil, masih belum perhatikan tingkat kematangan sawit saat panen.

Buah yang masih dalam kondisi mengkal sudah dipanen. Beragam alasan yang melatarbelakangi petani panen sawit asal-asalan. Pertama buruh panen tidak mendapat pengawasan saat bekerja alias mengejar target. Namun, alasan utama hal itu terjadi akibat desakan kebutuhan ekonomi. (*)

Sumber: aceh.tribunnews.com

Post View : 786
EnglishIndonesia