Skip to content

Alasan Keamanan! Socfindo Minta Warga Tak Masuk Areal Panen Kebun Sawit..

SINGKIL – Manajemen PT Socfindo Kebun Lae Butar, Kabupaten Aceh Singkil, meminta warga tidak masuk ke areal penen kelapa sawit. Hal itu demi keselamatan warga dan mencegah kejadian tidak diinginkan. Mengingat di areal panen banyak aktivitas pekerja yang menggunakan alat tajam, seperti egrek dan dodos.

Kemudian banyak kendaraan pengangkut tandan buah segar kelapa sawit berlalu lalang. Tentu riskan jika ada warga di luar karyawan masuk ke areal panen. “Kami meminta warga tidak masuk ke areal panen, ini demi keselamatan bersama,” kata Administratur (Adm) PT Socfindo Kebun Lae Butar, Boby Hercules, di dampingi Asisten Kepala Socfindo Satria Winata, Jumat (7/6/2024).

Menurutnya permintaan tidak masuk arel kebun yang sedang panen tersebut, merupakan bentuk kasih sayang manajemen Socfindo kepada warga. Mengingat keselamatan kerja bagi perusahaannya merupakan hal paling penting. Sementara itu terkait warga yang mencari nafkah di arel hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT Socfindo, Boby menegaskan tidak ada pelarangan.

Warga sebutnya boleh mencari sayuran daun pakis, lidi sawit maupun jamur. Hanya saja dipersilahkan dilakukan di areal yang sedang tidak dipanen. Boby menjelaskan areal yang tidak dipanen jauh lebih luas daripada areal panen. Umpamanya dalam satu afdeling dari luasan sekitar 1.000 hektar yang masuk areal panen hanya 100 hektar.

“Artinya areal warga untuk mencari pakis, lidi jauh lebih luas daripada areal panen,” jelasnnya. Selain soal keselamatan kerja permintaan tak masuk areal panen juga merupakan bagian dari upaya preventif manajemen Socfindo, dalam mencegah kehilangan brondolan yaitu buah kelapa sawit yang terpisah dari spikelet dikarenakan sudah terlalu matang.

Pada bagian lain Boby menyebutkan pihaknya sudah mensosialisasikan kebijakan itu kepada masyarakat melalui kepala desa di sekitar perusahaan. Terpisah Asisten Kepala PT Socfindo Kebun Lae Butar, Satria Winata mengatakan sebagai bentuk kepedulian kepada warga perusahannya sengaja tidak melakukan pembersihan tumbuhan pakis.

Sehingga pencari pakis tetap bisa mencari nafkah di areal perkebunan kelapa sawit Socfindo. “Saat pembersihan gulma, kami sengaja tidak membersihkan pakis agar warga bisa memetiknya. Hanya saja kami minta tidak dilakukan di areal panen,” ujar Satria. (*)

Sumber: aceh.tribunnews.com

Post View : 553
EnglishIndonesia